Lembaga Nuklir Suriah Turun Tangan ke Ladang Migas yang Rusak
Deir ez-Zor, Suriah – Fenomena kontaminasi radioaktif kembali menjadi sorotan di Suriah timur. Laporan terbaru dari Otoritas Energi Nuklir Suriah mengungkapkan adanya paparan radiasi di beberapa ladang minyak di provinsi Deir ez-Zor, Al-Hasakah, dan Raqqa, terutama di wilayah yang baru dibebaskan dari konflik.
Menurut otoritas, radiasi tersebut terdeteksi di sejumlah sumur minyak dan fasilitas pengolahan yang rusak akibat perang. Penemuan ini memicu alarm bagi pekerja minyak, warga lokal, dan pihak yang bertanggung jawab dalam rekonstruksi infrastruktur energi.
Fenomena radioaktif di ladang minyak bukanlah hal baru di dunia. Biasanya terkait dengan NORM (Naturally Occurring Radioactive Material), yakni material radioaktif alami yang terdapat dalam batuan, tanah, dan mineral di bawah permukaan bumi.
Minyak bumi dan gas sering membawa zat radioaktif seperti radium, uranium, dan thorium dalam jumlah kecil. Di bawah tanah, zat ini stabil, tetapi ketika diangkat melalui sumur minyak dan fasilitas pengolahan, konsentrasi radiasi bisa meningkat dan menjadi risiko kesehatan.
Otoritas energi nuklir bekerja sama dengan Perusahaan Minyak Suriah untuk memetakan lokasi kontaminasi. Tanda peringatan telah dipasang untuk mencegah pekerja dan warga sipil mendekat hingga proses pembersihan selesai.
Hasil survei awal menunjukkan kerusakan parah pada infrastruktur ladang minyak, pipa, tangki, dan fasilitas pengolahan. Kondisi ini memperparah penyebaran radioaktif di area yang luas, termasuk di peralatan lama dan limbah minyak.
Selain faktor alami, kontaminasi juga dapat diperparah oleh limbah industri dan penggunaan bahan kimia dalam ekstraksi minyak, yang meningkatkan akumulasi NORM di pipa, tangki, dan peralatan.
Paparan radiasi jangka panjang memiliki risiko serius bagi kesehatan manusia, termasuk gangguan kulit, penyakit kronis, dan kanker. Oleh karena itu, penanganan segera menjadi prioritas bagi pemerintah dan otoritas terkait.
Laporan juga menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari rencana komprehensif untuk membersihkan dan mengisolasi peralatan terkontaminasi, serta memastikan keselamatan pekerja dan warga sipil di sekitar ladang minyak.
Keberadaan radioaktif di Deir ez-Zor, Al-Hasakah, dan Raqqa menambah kompleksitas rekonstruksi pasca-konflik. Infrastruktur minyak yang rusak parah dan material terkontaminasi membutuhkan proses pembersihan yang hati-hati dan profesional.
Dalam beberapa kasus, kontaminasi radioaktif bahkan dapat memengaruhi transportasi dan distribusi minyak, karena pipa dan tangki yang terkontaminasi harus diisolasi untuk mencegah risiko kesehatan.
Pihak berwenang juga mengimbau agar pekerja menggunakan peralatan pelindung diri lengkap, termasuk masker, sarung tangan, dan pakaian anti-radiasi, saat berada di area yang berpotensi terkontaminasi.
Meski situasi terlihat mengkhawatirkan, pakar energi menekankan bahwa kontaminasi ini bersifat lokal dan tidak menimbulkan risiko nuklir besar. Risiko utama tetap pada paparan jangka panjang bagi manusia dan hewan di sekitar lokasi.
Kontaminasi NORM di ladang minyak adalah fenomena global. Negara-negara penghasil minyak seperti Irak, Iran, dan Libya juga pernah menghadapi masalah serupa, sehingga pengalaman internasional menjadi acuan untuk penanganan di Suriah.
Di Suriah, perang yang panjang memperparah risiko. Infrastruktur minyak yang hancur dan pengelolaan limbah yang tidak optimal menyebabkan zat radioaktif lebih mudah menyebar.
Otoritas Suriah menekankan bahwa penanganan kontaminasi ini bersifat darurat dan berkelanjutan, termasuk pembersihan limbah, penandaan area berisiko, dan monitoring radiasi secara periodik.
Langkah-langkah ini juga bertujuan mencegah terjadinya paparan tidak sengaja oleh penduduk sipil, terutama di kawasan dekat ladang minyak yang sering dikunjungi warga.
Beberapa ahli internasional menyarankan penggunaan teknologi modern untuk memonitor radiasi dan memproses limbah, termasuk penyimpanan aman dan dekomisioning peralatan tua.
Dengan tindakan yang tepat, paparan radioaktif di ladang minyak Suriah dapat dikendalikan, meski tetap menjadi tantangan serius dalam proses rekonstruksi energi nasional.
Fenomena ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja dan prosedur lingkungan dalam industri minyak, terutama di daerah yang terdampak konflik dan infrastruktur rusak.
Akhirnya, pengawasan berkelanjutan, pelatihan pekerja, dan investasi dalam peralatan pembersihan radioaktif menjadi kunci untuk mengurangi risiko, menjaga kesehatan masyarakat, dan memastikan kelangsungan produksi energi Suriah.







Post a Comment