Header Ads

Seal Tiongkok Misterius Tercecer di Australia


Sebuah penemuan arkeologi di Northern Territory, Australia, memicu perdebatan sengit di kalangan sejarahwan dan peneliti maritim. Seal Tiongkok berukuran sekitar 9 cm persegi ditemukan jauh dari pantai, tepatnya di Tortilla Flats, sekitar 110 kilometer selatan Darwin. Objek ini bukan sekadar artefak biasa karena diduga terkait ritual Daoisme dan kekuasaan kekaisaran Tiongkok.

Seal tersebut memuat karakter 赵公元帅, yang merujuk pada Zhao Gongming, seorang dewa Daoisme terkenal sebagai pelindung kekayaan dan perjalanan. Menurut tradisi Tiongkok, seal semacam ini tidak dimiliki secara pribadi dan biasanya digunakan dalam konteks ritual resmi atau pelayaran negara. Penemuan di pedalaman Australia ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana seal itu bisa jauh dari pelabuhan dan kawasan kolonial yang diketahui?

Analisis awal menunjukkan seal terbuat dari paduan tembaga-zinc dengan teknik pengecoran bertingkat, yang khas dari pembuatan artefak resmi Dinasti Ming (1368–1644). Teknik ini tidak ditemukan pada artefak kolonial atau industri modern abad ke-19. Keaslian teknik ini mendorong para ilmuwan untuk menindaklanjuti penelitian lebih lanjut.

Sejarawan maritim menyoroti kemungkinan seal ini berasal dari ekspedisi laut Tiongkok, khususnya pada era Laksamana Zheng He (1405–1433). Armada Zheng He diketahui menyeberangi Asia Tenggara dan pesisir Nusantara, membawa barang dagangan, hadiah kerajaan, sekaligus artefak ritual. Seal ini mungkin termasuk bagian dari perlengkapan ritual di atas kapal.

Jika seal ini benar berasal dari abad ke-15, penemuannya menjadi bukti kemampuan pelayaran masyarakat Tiongkok jauh lebih maju dari yang diperkirakan. Kapal-kapal mereka tidak hanya menjangkau Asia Tenggara, tetapi kemungkinan menyentuh pesisir utara Australia. Hal ini menegaskan teori kontak pra-Eropa di wilayah tersebut.

Para peneliti menekankan bahwa Aboriginal Australia telah mendokumentasikan kontak dengan pelaut luar melalui tradisi lisan. Mereka menyebut kedatangan “orang yang datang dengan kapal, menetap, dan berinteraksi damai” jauh sebelum kedatangan Inggris. Penemuan seal ini sejalan dengan kisah lisan tersebut.

Aboriginal menekankan bahwa kontak dilakukan atas izin masyarakat setempat, bukan melalui penaklukan. Seal Tiongkok ini, jika benar sampai ke pedalaman, kemungkinan dibawa melalui jalur sungai atau delta yang lebih luas pada masa itu. Kondisi geografis dan permukaan laut berbeda dibandingkan sekarang.

Para peneliti Steven dan Evan Strong, yang menemukan seal, menyatakan bahwa lokasi artefak jauh dari pelabuhan atau pemukiman kolonial. Fakta ini menepis dugaan seal hanyalah barang yang tercecer dari kapal dagang abad ke-19. Seal ini mungkin memang sengaja dibawa jauh ke daratan.

Analisis lebih lanjut tengah dilakukan oleh para ahli dari British Museum, Tiongkok, dan analis metalurgi independen. Hasil awal memperkuat kemungkinan seal berasal dari era Dinasti Ming. Tugas laboratorium berikutnya adalah menentukan usia pasti melalui metode ilmiah modern.

Jika terbukti otentik, seal ini menandai salah satu bukti awal kehadiran Tiongkok di Australia jauh sebelum kolonialis Eropa. Hal ini akan merevisi pemahaman sejarah kontak antar-benua dan kemampuan navigasi masyarakat Asia Timur pada abad ke-15.

Seal ini bukan sekadar artefak, tetapi simbol hubungan budaya dan teknologi yang menembus batas geografis. Zhao Gongming sendiri erat kaitannya dengan perlindungan pelayaran, menjadikan artefak ini mungkin sebagai jimat atau alat ritual untuk keselamatan kapal.

Keberadaan seal di pedalaman juga menimbulkan pertanyaan tentang jalur pergerakannya. Kemungkinan seal terbawa arus sungai atau dibawa langsung ke daratan oleh pelaut yang menetap sementara di wilayah Aboriginal. Jalur ini menunjukkan tingkat interaksi manusia dan lingkungan yang kompleks pada masa itu.

Para ilmuwan membandingkan temuan ini dengan catatan sejarah maritim Tiongkok. Armada Ming dikenal membawa barang ritual, peralatan navigasi, dan artefak resmi kerajaan. Seal Zhao Gongming bisa menjadi salah satu dari sekian artefak yang hilang dari catatan sejarah formal.

Seal tersebut juga mengingatkan pentingnya mengintegrasikan sejarah oral dan arkeologi. Tradisi lisan Aboriginal tentang kunjungan pelaut asing kini mendapat bukti fisik, yang menunjukkan bahwa sejarah kontak manusia jauh lebih lama dan beragam.

Dampak penemuan ini tidak hanya bagi sejarah Australia, tetapi juga bagi sejarah maritim Tiongkok. Kemampuan pelayaran dan perdagangan Tiongkok pada abad ke-15 menunjukkan jaringan kontak global yang rumit dan melibatkan pertukaran budaya serta teknologi.

Jika penelitian selanjutnya mengonfirmasi usia dan asal seal, ini akan menjadi bukti paling awal yang menunjukkan keberadaan Tiongkok di wilayah Australia jauh sebelum Eropa. Hal ini akan menggeser paradigma sejarah kolonial yang selama ini dominan.

Kehadiran seal juga menimbulkan pertanyaan tentang fungsi sebenarnya. Apakah seal ini untuk ritual pelayaran, jimat keamanan, atau tanda otoritas kekaisaran di luar negeri? Jawaban kemungkinan tersembunyi dalam konteks sejarah dan praktik Daoisme saat itu.

Seal Tiongkok ini memicu minat luas di media sosial Tiongkok, menarik ribuan peneliti amatir dan profesional. Diskusi publik menunjukkan bahwa masyarakat modern semakin tertarik pada sejarah maritim yang kompleks dan jauh lebih tua daripada catatan resmi.

Walaupun masih kontroversial, penemuan seal ini mengajarkan satu hal: manusia kuno memiliki kemampuan mobilitas dan jaringan kontak global yang luar biasa. Bukti artefak seperti ini memaksa sejarahwan untuk membuka ulang narasi lama.

Dalam beberapa tahun ke depan, hasil analisis laboratorium dan penelitian lapangan kemungkinan akan memberi jawaban lebih pasti. Seal ini tetap menjadi simbol misteri sejarah yang menantang paradigma lama tentang keterbatasan manusia kuno.

Penemuan seal Tiongkok di pedalaman Australia membuktikan bahwa sejarah dunia jauh lebih kompleks daripada yang diajarkan di sekolah. Artefak ini menunjukkan bahwa manusia telah saling terhubung melalui laut dan sungai selama berabad-abad, jauh sebelum kolonialisme Eropa tiba.